Kesalahan Dalam Menggunakan Cairan Pemutih Pakaian

kesalahan dalam menggunakan pemutih pakaian

Pemutih adalah bahan kimia yang ampuh untuk mengatasi pakaian kusam. Bahkan pemutih untuk pakaian juga sering digunakan sebagai campuran desinfektan. Bagi Anda yang masih asing, pemutih pakaian memiliki bahan utama yaitu sodium hipoklorit. Bahan ini efektif untuk mendegradasi protein mikroorganisme sehingga dapat membunuh kuman, bakteri, jamur, dan virus. Untuk itu, penting bagi Anda untuk menggunakan pemutih pakaian dengan cara yang benar. Jika tidak, pemutih bisa efektif menghilangkan kuman, bakteri, jamur, dan virus.

Kesalahan Dalam Menggunakan Cairan Pemutih Pakaian

Menuangkan Pemutih Tanpa Melindungi Kulit Tangan

Meski bahan kimia dalam pemutih tidak terlalu keras, namun jika kulit di tangan Anda terus menerus terkena bahan kimia tersebut, lama kelamaan kulit di tangan Anda akan menjadi perih dan kasar.

Jadi, solusi yang tepat saat menuangkan atau menggunakan pemutih pada pakaian adalah dengan memakai sarung tangan lateks terlebih dahulu. Sebisa mungkin hindari kontak antara pemutih dan kulit tubuh.

Mengabaikan Label Petunjuk Perawatan pada Pakaian

Setiap pakaian harus memiliki label perawatan. Label ini menginformasikan cara merawat pakaian. Pasalnya, ada pakaian yang tidak bisa dicuci di mesin cuci, tidak bisa disetrika dengan suhu tinggi, atau tidak bisa direndam dalam larutan pemutih.

Ketika Anda mengabaikan label perawatan, Anda mungkin telah mengabaikan larangan merendam pakaian yang tidak boleh diputihkan. Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa jenis pakaian yang tidak boleh dicampur dengan pemutih karena bahan kimia dalam pemutih dapat merusak bahan untuk membuat pakaian itu sendiri.

Mulai sekarang biasakan untuk mengecek label perawatan sebelum mencuci pakaian ya, agar tidak terkena efek samping pemutih pakaian.

Mencampur Pemutih dengan Deterjen

Ide mencampur pemutih dengan deterjen sebenarnya berguna untuk menghemat waktu dan air. Namun, ide ini dianggap tidak tepat dan karena keduanya mengandung bahan kimia yang dapat mengurangi efektivitas satu sama lain.

Misalnya, menggunakan pemutih berbahan dasar klorin dapat menurunkan kinerja deterjen dalam membersihkan pakaian. Akibatnya, cucian kurang bersih dan noda pada pakaian tidak hilang.

Pemutih tidak boleh digunakan bersamaan dengan deterjen. Cuci pakaian terlebih dahulu dengan deterjen. Setelah dibilas hingga busanya hilang, rendam pakaian dalam larutan pemutih dan air bersih.

Mencampur Pemutih dengan Bahan Kimia Lainnya

Seperti aturan untuk tidak mencampur pemutih dengan deterjen, hal yang sama berlaku untuk produk berbahan kimia lainnya. Anda tidak disarankan untuk mencampur pemutih dengan pewangi pakaian atau produk pembersih lainnya. Gunakan hanya satu atau bilas pakaian yang telah direndam dalam larutan pemutih, lalu lanjutkan dengan pengaplikasian produk berbahan kimia lainnya.

Merendam Pakaian Terlalu Lama dalam Larutan Pemutih

Sebelum menggunakan pemutih, baca dulu petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan produk pemutih. Paket tersebut dengan jelas menyatakan durasi yang tepat untuk merendam pakaian. Sebaiknya ikuti petunjuk untuk merendam pakaian dalam pemutih. Hindari merendam pakaian dalam larutan pemutih dalam waktu lama agar serat-serat kain tidak rusak dan pakaian berbau apek.

Pemutih mengandung klorin yang bersifat korosif atau abrasif. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan pemutih berbahan dasar klorin terlalu sering agar tidak merusak pakaian.

Ada banyak cara menghilangkan noda kaos tanpa harus menggunakan pemutih. Hal ini juga berguna untuk sablon kaos agar selalu awet. Caranya adalah segera cuci kaos polos saat kotoran muncul. Ini biasanya meminimalkan kerusakan tenunan karena noda dan mencegah kita menggunakan pemutih untuk mencuci.