Pemasangan Paving Block Dengan Cara Yang Tepat Dan Ideal

pemasangan paving block

pemasangan paving block

Dalam melakukan konstruksi penataan trotoar yang sesuai dengan aturan, paving block dapat menjadi pilihan tepat selain menggunakan plesteran, cor beton, pengerasan aspal, marmer atau keramik. Karena materi yang satu ini memiliki ketahanan yang cukup baik pada beban ringan hingga sedang, bahkan berat apabila menggunakan paving yang bermutu tinggi, tebal, dan kuat. Paving block juga dapat memberikan estetika lebih dengan memilih berbagai macam bentuk dan warna yang sesuai dengan mood yang ingin anda ciptakan.

Pada dasarnya pemasangan paving block hampir sama dengan pemasangan keramik lantai. Yang membedakannya adalah pada material pendukung dan peralatan atau kebutuhan yang digunakan dalam memasang paving block. Selain itu, proses persiapan yang dilakukan juga menjadi faktor pembeda dari pemasangan paving block dengan pemasangan keramik. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai pemasangan paving block dengan cara yang tepat dan ideal. Simaklah penjelasannya berikut ini.

1. Mempersiapkan material dan peralatan

Sebelum memulai sebuah proyek, tentunya diperlukan persiapan pada segala hal mulai dari material hingga peralatan yang akan digunakan. Peralatan standar yang biasanya digunakan untuk melakukan pemasangan paving block, diantaranya :

  • Cangkul
  • Stamper kuda
  • Patok
  • Benang
  • Waterpass
  • Sekop
  • Palu karet / plastik
  • Jidar
  • Stamper kodok
  • Alat potong paving
  • Sapu lidi

Untuk material yang diperlukan, tentunya anda harus memiliki paving block serta material pendukung seperti kanstin beton, abu batu, dan pasir. Khusus untuk pemasangan paving block, tentukan terlebih dahulu model serta pilihan mutunya. Apabila anda menginginkan model custom atau tertentu, anda dapat mendiskusikannya terlebih dahulu oleh para pekerja yang akan mengerjakannya.

2. Sterilisasi area kerja

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan sterilisasi pada area yang akan dipasangi paving block. Anda dapat melakukan pembersihan area kerja tersebut dari rumput liar, puing – puing, bebatuan, dan benda – benda lainnya yang dapat menghambat pengerjaan ini. Anda dapat menggunakan cangkul untuk membersihkannya.

3. Pemadatan lahan / area kerja

Langkah yang satu ini merupakan langkah penting yang menjadi penentu awal kuat atau tidaknya pemasangan paving block, serta kerapian paving block. Karena seberapa bermutu atau berkualitas paving yang anda gunakan akan sia – sia saja apabila anda kurang teliti dalam proses pemadatan lahan atau area kerja ini. Dalam proses ini anda dapat memanfaatkan sirtu, batu kapur, atau makadam sebagai lapisan dasar pengerasan lahan. Anda dapat menggunakan stamper kuda untuk pemadatan lahan atau area kerja ini.

4. Leveling tanah dan pemasangan kanstin

Setelah melakukan pemadatan lahan, anda perlu melakukan leveling tanah, yaitu proses penentuan kemiringan dan ketinggian paving block supaya hasilnya dapat rata dan tidak bergelombang. Sehingga apabila turun hujan, paving block tersebut tidak menjadi titik genangan. Untuk melakukan proses ini anda memerlukan waterpass, selang tambang, dan benang bangunan. Kemudian, anda dapat melakukan pemasangan kanstin sebagai dasar penentuan level paving serta pembatas area kerja. Kanstin ini juga berfungsi agar paving yang dipasang nantinya tidak mudah bergeser dan dapat saling mengunci.

5. Pemasangan paving

Langkah ini merupakan tahap utama dari seluruh tahapan yang dilakukan. Sebelum melakukan pemasangan paving block, lakukan penebaran abu batu sebagai dasaran dalam pemasangan paving block. Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan trotoar yang ideal dan juga hemat anggaran. Karena selain memiliki harga yang murah, penggunaan abu batu juga terpercaya lebih rekat dan dapat tahan terhadap air. Ratakan abu bata tersebut dengan menggunakan jidar dengan memperhatikan ketinggian dan kemiringan leveling yang ditentukan tadi.

Apabila sudah rata, lakukan pemasangan dan penyusunan paving block dengan cara maju kedepan serta merapikan susunannya dengan menggunakan palu karet. Untuk daerah diujung yang tidak dapat dipasangi paving block utuh, anda dapat memotongnya sesuai dengan ukuran lebar celah yang tersisa, supaya hasilnya dapat pas dan terkunci rapat pada kanstin.

6. Penyelesaian

Tahapan penyelesaian meliputi pengisian naat dan juga pemadatan akhir. Pengisian naat dapat dilakukan dengan mengisi celah yang ada pada paving dengan material abu batu atau pasir. Anda dapat menggunakan sapu lidi sebagai alat bantu. Pastikan seluruh bagian nya terisi supaya paving tidak bergerak dan dapat terkunci. Kemudian, padatkan paving block tersebut dengan menggunakan stamper kodok. Lakukan proses ini 2 – 3 kali = agar trotoar dapat benar – benar rata, tahan lama, dan kuat.