Peran Pemuda untuk Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia yang Lebih Baik

perkembangan ekonomi digital

Indonesia merupakan sebuah negara berkembang yang sudah sewajarnya mampu bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya. Dalam hal apa? Tentu saja dalam banyak bidang, termasuk perekonomian dunia. Saat ini sudah eranya digital. Apa-apa serba digital. Bahkan kita sudah sangat familiar dengan ekonomi digital.

Apakah uang yang digunakan merupakan uang digital? Tidak. Meskipun namanya digital tetapi tetap saja alat transaksi yang digunakan merupakan alat transaksi resmi sesuai yang berlaku di negara masing-masing. Yang dimaksud di sini adalah cara dalam mengembangkan sebuah perusahaan atau bisnis dilakukan secara digital.

Ada banyak perusahaan digital yang mana telah memberikan sumbangsih besar terhadap perekonomian negara. Di Indonesia sendiri ada Bukalapak,Tokopedia, Traveloka, Go-Jek dan lain sebagainya. Semakin berkembanganya dunia digital maka semakin banyak pula start-up digital yang bermunculan.

Hal ini juga berlaku untuk Indonesia. Dan yang tidak disangka-sangka, perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat dipengaruhi oleh para pemuda bangsa. Anda tahu aplikasi Go-Jek, bukan? Siapa inisiatornya? Siapa yang membuatnya? Yang membuat start-up ride-hailing ini adalah seorang pemuda Indonesia yang cakap di bidang teknologi.

Dari tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam bepergian, maka muncullah Go-Jek. Dari tujuan yang sepele dan simpel, lahirlah manfaat yang besar.

Selain Go-Jek, CEO Bukalapak juga merupakan seorang pemuda kreatif dan telah memberikan sumbangsih dalam meningkatkan ekonomi negara. Sampai saat ini, seluruh manusia di seluruh dunia sangat bergantung dengan internet.

Internet merupakan produk digital yangmana merupakan medium yang bisa digunakan untuk merintis dan mengembangkan bisnis digital. Sebagai kaum milenial, sudah sepatutnya untuk melek teknologi. Agar tidak tertinggal dengan negara lain, kemampuan teknologi yang cakap pun perlu dimiliki.

Merintis Start-Up Digital

perkembangan ekonomi digital

Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, ada banyak pelaku dagang yang memanfaatkan teknologi sebaik mungkin. Tentu saja ini untuk mendapatkan penghasilan yang besar.

Jika dulu pembeli mendatangi penjual, maka kini penjual yang mendatangi pembeli. Tetapi ini bakal berbeda dengan penjual keliling ya. Dengan menggunakan teknologi digital, penjual tidak diharuskan datang langsung ke lokasi.

Ada beberapa start-up yang tidak melakukan itu. Meskipun begitu, sudah ada banyak start-up digital yang dipercaya saat melakukan transaksi dengan pembeli. Tidak hanya pembeli dari kota sendiri, tetapi Anda juga bisa mendapatkan pembeli dari berbagai daerah yang ada di seluruh dunia.

Maka tidak mengherankan jika saat ini ada banyak start-up digital yang bermunculan. Dan sebagian besar dari semua start-up baru, mayoritas dirintis oleh para pemuda.

Dengan sikap kepemimpinan dan persaingan yang tinggi, para pemuda tidak mau menjadi ekor. Mereka mau menjadi kepala yang bakal mencari sendiri jalannya dalam mendapatkan kemakmuran. Kepala adalah setir. Tidak seperti ekor yang hanya akan selalu di belakang.

Agar bisa memimpin di depan, buatlah kepala sendiri. Rintis sebuah bisnis digital dari kecil yang kemudian perlahan-lahan menjadi besar. Soal modal tidak perlu dikhawatirkan. Ada banyak jenis rintisan yang bisa diambil tanpa modal besar.

Selain merintis sebuah perusahaan start-up, bisnis digital juga bisa berupa menjadi blogger, vlogger, youtuber, creator dan lain sebagainya. Jadi, bisnis digital tidak hanya menjual dan menyediakan produk tetapi juga jasa. Hal-hal yang tidak umum dilakukan bisa dijadikan sebagai ladang usaha bisnis menguntungkan.

Ayo, bagi para pemuda yang ingin memajukan ekonomi negara bisa mewujudkannya dengan ikut berperan aktif dalam persaingan ekonomi digital. Perkembangan ekonomi digital sangat maju. Dan terlibat ke dalamnya merupakan sebuah pilihan yang bisa diambil untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.