Produk Hasil Pengilangan Minyak Bumi

Kali ini penulis dapat mengatakan beberapa tipe produk hasil olahan minyak bumi yang diperoleh dari kilang minyak. Tentu kita telah paham bahwa minyak bumi merupakan salah satu sumber daya dunia saat ini, namun minyak mentah yang diperoleh dari sumur harus lewat bagian pengilangan sehingga diperoleh produk-produk yang bisa digunakan, salah satunya adalah dalam wujud bahan bakar.


Produk Hasil Pengilangan Minyak Bumi

Cukup banyak produk-produk hasil pengolahan minyak mentah yang dihasilkan dari kilang. Namun, hanya beberapa saja yang familiar bagi masyarakat, contohnya bensin, solar dan minyak tanah dengan Flow Meter SHM. Agar kita bisa paham mengenai jenis-jenis produk hasil pengilangan/penyulingan minyak mentah, di bawah ini telah dituliskan jenis-jenisnya.

LPG ( Liquefied Petroleum Gas)

Secara umum, LPG merupakan salah satu produk hasil penyulingan minyak mentah berupa gas cair. Unsur utamanya berupa hidrokarbon ringan, seperti propana (C3H8), butana (C4H10), serta terkandung terhitung sejumlah kecil etana (C2H6) dan pentana (C5H12).

Dari faktor penggunaannya, LPG kebanyakan dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri dan rumah tangga. Bahkan, kala ini telah tersedia kendaraan bermotor yang telah manfaatkan gas lebih-lebih LPG sebagai bahan bakarnya.

Namun harus terhitung diketahui bahwa, sebelum akan LPG dipasarkan telah lebih-lebih dulu ditambahkan zat pembau (penambah bau) yaitu senyawa merkaptan (ethyl mercaptan). Tujuan penambahan senyawa merkaptan tadi adalah untuk mempermudah customer paham jika berjalan kebocoran gas. Jadi, jika tidak ditambahkan zat berikut maka tentu dapat amat berbahaya mengundang bahaya, gara-gara seperti yang kita ketahui bahwa cii-ciri dari gas ini jika terlepas ke udara dapat ringan menyebar dan tentunya ringan terbakar.

Selain digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, LPG terhitung banyak digunakan sebagai bahan baku maupun sebagai bahan campuran di pabrik-pabrik petrokimia, dan tentunya menghasilkan beberapa tipe produk. Adapun beberapa produk petrokimia yang dimaksud, seperti biji plastik, produk kosmetik, dan pupuk.

Avtur (Aviation Turbine)

Bahan bakar Avtur atau disebut terhitung bersama Jet-A1 merupakan bahan bakar untuk pesawat terbang yang manfaatkan mesin turbin. Bahan bakar ini dibuat dari kerosene (minyak tanah). Karena terbuat dari kerosene, makas cii-ciri avtur dan minyak tanah amat mirip, seperti punyai rentang rantai karbon serta senyawa hidrokarbon yang serupa (parafinik dan naftenik).

Keunggulan Avtur dibandingkan bersama bahan bakar lainnya yaitu punyai volalitas yang lebih kecil. Kecilnya volalitas terhadap bahan bakar avtur punyai keunggulan tersendiri, yaitu bisa meminimalisir bisa saja kehilangan bahan bakar dalam jumlah besar akibat penguapan, kala pesawat berada di atas ketinggian.

Selain itu, keuggulan lain terhadap avtur jika dibandingkan bersama kerosin adalah kandungan daya per volumenya lebih tinggi, sehingga bisa memberikan daya bagi pesawat untuk melakukan penerbangan bersama jarak yang lebih jauh.

Performa atau kualitas dari bahan bakar avtur dinilai dari beberapa aspek, meliputi karakteristik kemurnian, tipe pembakaran turbin dan performanya terhadap temperatur yang rendah. Berdasarkan karakteristik tersebut, maka avtur harus memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan, seperti punyai freezing point (titik beku) maksimum -47°C dan flash point (titik nyala) minimum 38°C.

Avgas (Aviation Gasoline)

Sama halnya bersama avtur, produk hasil olahan minyak bumi ini terhitung bisa dikatakan memadai asing di telinga masyarakat. Avgas adalah bahan bakar minyak yang dibuat khusus untuk pesawat terbang bersama mesin yang punyai area pembakaran internal dan bermesin piston (piston engine).

Selain digunakan sebagai bahan bakar pesawat, avgas terhitung digunakan sebagai bahan bakar untuk mobil balap dan pesawat tempur. Avgas diperoleh dari hasil pengembangan gasoline (bensin), pengembangannya meliputi titik nyala, titik beku dan volality.

Performa atau kualitas avgas ditentukan oleh karakteristik anti ketukan (anti knock) yang dimaksudkan oleh bilangan oktan (octane number). Bahan bakar ini punyai ciri-ciri yang amat ringan menguap serta ringan terbakar terhadap temperatur normal. Karena sifatnya tersebut, sehingga dalam menanggulangi produk ini, segala prosedur dan peralatan harus meraih perhatian serius, titik beku dari avgas maksimum -58°C.
Avgas mengandung timbal, yaitu tipe zat beracun dan dapat berdampak tidak baik terhadap lingkungan.

Tentu anda dapat bertanya demikian, mengapa timbal digunakan terhadap avgas,? gara-gara pemanfaatan timbal mempunyai tujuan unutuk menjauhkan munculnya ketukan di dalam mesin, atau bersama kata lain, zat berikut bermanfaat untuk menambah nilai oktan (octane booster) terhadap avgas. Walaupun demikian, kala ini telah ditemukan metode lain untuk menambah oktan terhadap bahan bakar lebih-lebih avgas, yaitu bersama manfaatkan etanol. Kelebihan dari etanol sendiri adalah tidak beracun dan tentunya lebih ramah lingkungan.

Bensin

Bensin atau dalam bahasa Inggris disebut gasoline adalah salah satu produk hasil olahan minyak bumi yang memadai familiar di telinga masyarakat. Komponen utama yang terkandung terhadap bensin ialah oktana dan n-heptana.

Sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, kualitas bensin ditentukan oleh karakteristik jumlah oktan, serupa halnya bersama avgas Bilangan oktan terhadap bensin tunjukkan seberapa besar tenaga yang diberikan terhadap mesin sebelum akan bensin terbakar habis, serta mewakili karakteristik anti ketukan yang berjalan terhadap mesin ketika pembakaran tengah berlangsung. Jadi, makin tinggi jumlah oktan terhadap bensin maka makin tinggi terhitung kualitas bensin tersebut.

Pemasaran bensin di Indonesia digolongkan dalam beberapa tipe berdasarkan kualitasnya. Adapun tipe bensin yang dimaksud yakni: bensin tipe Premium (oktan 88), Pertamax (oktan 92), Petralite (oktan 90) dan pertamax and (oktan 95). Jadi, jika kita menilai dari jumlah oktan terhadap tiap-tiap produk bensin tersebut, maka bisa dikatakan bahwa kualitas pembakaran terhadap Pertamax Plus jauh lebih baik jika dibandingkan bersama Premium.

Untuk menambah jumlah oktan terhadap bensin, bisa ditunaikan bersama memberikan zat aditif yang disebut bersama TEL (Tetra Ethyl Lead) dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether). Namun, seperti halnya bersama timbal terhadap avgas, kedua zat aditif ini terhitung mengandung timbal dan tentunya berbahaya bagi manusia dan lingkunan. Namun, sekarang kita tidak harus khawatir lagi, gara-gara senyawa berikut telah diganti bersama Etanol yang lebih ramah lingkungan.

Kerosin (Kerosene)

Kerosin atau lebih persis bersama sebutan minyak tanah merupakan cairan yang tidak berwarna dan ringan terbakar. Kerosin diperoleh dari bagian distilasi minyak bumi bersama suhu 150-275°C dan rentang rantai karbon antara C12-C15. Untuk mengurangi kandungan belerang serta pengaratannya, maka kerosin dapat diolah lebih khusus terhadap unit Merox atau Hydrotreater, serta kualitasnya sebagai bahan bakar minyak dapat ditingkatkan di unit hydrocracking.

Biasanya, sebelum akan produk hasil pengolahan minyak bumi ini didistribusikan ke masyarakat, telah lebih-lebih dahulu ditambahkan zat pewarna (umumnya berwarna kuning) sehingga masyarakat bisa membedakan antara minyak tanah bersama air. Selain digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, kerosin terhitung bisa digunakan sebagai bahan bakar pesawat (avtur), seperti yang telah dijelaskan terhadap poin kedua di atas.

Solar (Diesel)

Solar atau diesel kebanyakan digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran terhadap mesin-mesin diesel, entah itu mesin kendaraan maupun mesin-mesin industri. Solar diperoleh dari sistem distilasi minyak mentah terhadap suhu 200-300°C.

Sifat umum terhadap solar yaitu tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan, tidak ringan menguap terhadap temperatur normal, punyai kandungan sulfur yang lebih tinggi jika dibanding bersama bensin dan kerosin. Selain itu, solar terhitung punyai titik nyala yang jauh lebih tingg, yaitu antara antara 40-100°C.

Kualitas solar ditentukan berdasarkan beberapa faktor tertentu. Aspek penilaian kualitas berikut meliputi: pembakarnnya hanya mengundang sedikit ketukan, ringan terbakar, kekentalan, kandungan sulfur (sekecil mungkin), dan stabil (tidak beralih dalam faktor kualitas dan wujud kala disimpan). Bahan bakar ini dibedakan dari faktor bilangan cetane, yaitu bilangan yang tunjukkan kemampuan pembakaran serta kemampuan mengontrol jumlah ketukan yang berjalan terhadap mesin. Semakin tinggi bilangan cetane terhadap solar maka makin tinggi pula kualitas solar tersebut. Umumnya, jumlah bilangan cetane terhadap solar yang dimaksudkan sebagai bahan bakar mesin kendaraan jauh lebih tinggi jika dibandingkan bersama jumlah cetane terhadap solar untuk mesin-mesin industri.

Aspal

Hasil pengilangan minyak bumi ternyata amat tentang erat bersama kendaraan bermotor. Selain sebagai bahan bakar kendaraan, kali ini penulis dapat membicarakan mengenai aspal yang sejatinya digunakan untuk membangun jalan transportasi/jalan raya. Aspal adalah hidrokarbon yang berupa kental dan menempel (adhesive), berwarna cokelat hitam, tahan terhadap air serta mengandung sulfur, oksigen dan klor yang amat tinggi.

Aspal berasal dari fraksi berat minyak bumi (residu) yang diolah jadi dua jenis, yaitu aspal padat dan aspal cair. Fungsi utama aspal terhadap jalan raya yaitu: untuk mengikat batuan sehingga tidak terlepas dari permukaan jalan, sebagai bahan pelapis dan perekat, sebagai pengisi area kosong antara agregat kasar, agregat halus dan agregat filter.

Dari 6 produk hasil olahan minyak bumi di atas, sebetulnya tetap terkandung beberapa produk lain, seperti lilin (wax paraffin), pelumas dan sebagainya. Semoga terhadap artikel seterusnya penulis bisa membicarakan mengenai produk-produk minyak mentah yang belum disebutkan di atas.