Alasan Mendirikan PT Lebih Menguntungkan Bagi UKM atau Startup

Memulai bisnis dengan mendirikan PT akan lebih terlindungi sekaligus mendapatkan keuntungan jika sejak awal Anda sudah memenuhi legalitas bisnis.

Ini juga menjadi salah satu tanda bahwa integritas perusahaan sudah teruji. Bahkan, aspek legal perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama bagi para calon investor.

Peluang mengembangkan bisnis khususnya startup semakin besar untuk saat ini.

Menurut data dari Startup Ranking tahun 2023, Indonesia memiliki 2,346 perusahaan startup. Secara global, Indonesia menduduki peringkat ke-5 di bawah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.

Lalu, mengapa mendirikan PT lebih menguntungkan bagi perusahaan rintisan atau startup? Simak selengkapnya berikut ini!

Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

9 Alasan Mendirikan PT Lebih Menguntungkan Bagi UKM atau Startup


Alasan Kenapa Mendirikan PT Membawa Keuntungan Lebih Banyak
Banyaknya perusahaan rintisan (startup) dan UKM ternyata sejalan dengan makin baiknya kesadaran pelaku bisnis dalam mengurus legalitas perusahaan dengan menggunakan jasa Pembuat PT

Jika di masa lalu banyak bisnis yang bergerak dengan cara “yang penting jalan dulu” di mana aspek legalitas cenderung diabaikan, kini perilaku tersebut cenderung berubah.

Hal ini terbukti dengan makin banyaknya startup dan UKM yang memilih mendirikan perusahaan dan perizinan usaha sedari awal sebelum full memulai bisnisnya.

Pentingnya startup atau UKM mendirikan perusahaan dan legalitas bisnis, termasuk izin menjalankan bisnis yang lengkap sendiri berpangkal pada adanya jaminan berusaha dari otoritas alias pemerintah serta kenyamanan melakukan bisnis.

Untuk perusahaan, bentuk yang bisa dipilih adalah yang berbadan hukum dan bukan badan hukum.

Perusahaan yang berbadan hukum adalah Perseroan Terbatas (PT) dan Koperasi.

Sementara yang bukan badan hukum diantaranya adalah persekutuan perdata, firma, dan persekutuan komanditer (CV).

Baca juga: Jenis dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan PT

9 Keuntungan dan Manfaat dalam Mendirikan PT
Beberapa keuntungan dan manfaat mendirikan PT bisa menjadi opsi yang lebih menguntungkan bagi startup dan UKM.

Berikut ini adalah 8 poin yang di antaranya, yaitu :

  1. Modal Terdiri Atas Saham
    Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) menyebutkan bahwa modal PT terdiri dari seluruh nilai nominal saham.

Berbeda dengan bentuk perusahaan lainnya, modal PT dibedakan secara jelas dan rinci oleh undang-undang.

Modal untuk mendirikan PT dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor.

Modal dasar PT minimal adalah Rp50 juta, namun kemungkinan ada aturan lain yang mengatur kegiatan bisnis tertentu yang dapat menentukan modal dasar lebih besar dari yang diatur di UUPT.

Menurut Pasal 33 UUPT paling sedikit 25% dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh.

Untuk startup dan UKM yang mengharapkan masuknya pendanaan dari investor maka kepemilikan perusahaan berbentuk saham akan lebih fleksibel karena sifat yang saham yang dapat dialihkan (transferability).

Menurut Ridwan Khairandy dalam bukunya Perseroan Terbatas: Doktrin, Peraturan Perundang-undangan dan Yurisprudensi, pengalihan saham secara penuh dalam kepemilikan merupakan salah satu karakteristik korporasi yang membedakan korporasi dari persekutuan perdata dan badan hukum lain yang sejenis.

Sifat dapat dialihkan itulah yang yang membuat perusahaan mampu melakukan kegiatan bisnisnya tanpa ada gangguan ketika pemilik perusahaan berganti.

  1. Nama PT dilindungi negara
    Memberikan kesempatan bagi perusahaan yang berbentuk badan hukum untuk mendapatkan perlindungan negara secara optimal dibandingkan dengan bentuk lainnya.

Hal ini terlihat jelas melalui nama yang dirinci dalam peraturan pemerintah no. Keputusan Nomor 43 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengajuan dan Penggunaan Nama Perseroan Terbatas.

Beberapa syarat khusus diatur untuk pengajuan nama perseroan berbentuk PT. Namun yang terpenting nama PT yang diajukan belum digunakan secara sah oleh PT lain.

Jadi tidak akan ada 2 PT dengan nama yang sama. Artinya PT otomatis terlindungi dari tindakan merugikan pihak lain berkat namanya yang unik dan Negara menjamin tidak ada nama yang identik atau mirip.

Baca juga: Akuntansi penggajian, berikut langkah-langkahnya!< br >
br>
br>3. Perseroan Terbatas
Poin ketiga ini mungkin bisa menjadi salah satu pertimbangan utama dalam membentuk PT dibandingkan bentuk perseroan lainnya. Keuntungan dan manfaat mendirikan perusahaan berbentuk PT salah satunya adalah dari segi tanggung jawab hukum.

Pemilik atau pemegang saham perusahaan hanya bertanggung jawab atas modal atau saham Anda dalam perusahaan tersebut. Jadi kalau perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham hanya menanggung sebesar sahamnya.

Berbeda dengan perusahaan yang bukan badan hukum seperti persekutuan perdata, firma atau persekutuan komanditer, di mana jika mengalami kerugian dan aset perusahaan tidak bisa menutupi kerugian maka dapat diambil dari harta pribadi pemilik perusahaan.

Baca juga: 8 Fitur Wajib Software Akuntansi sebagai Pertimbangan Anda!

  1. Lebih Kredibel Termasuk Keuntungan Mendirikan PT
    Karena statusnya badan hukum, sebuah PT tidak identik dengan nama dan kekayaan pemiliknya. Dalam hubungan bisnis dengan pihak ketiga, sebuah PT bertindak sendiri untuk kepentingannya sendiri yang diwakili oleh pengurusnya.

Apabila mendapat keuntungan maka akan menjadi keuntungan perusahaan dan sebaliknya apabila menderita kerugian maka ditanggung oleh harta kekayaan PT tersebut (Prof. Abdul Kadir Muhammad: Hukum Perusahaan Indonesia).

Adanya pemisahan yang jelas di sebuah PT antara harta kekayaan perusahaan dan harta pemilik perusahaan membuat pihak ketiga atau mitra tersebut bisa membuat penilaian mengenai kemampuan perusahaan tersebut dalam melakukan transaksi bisnis.

Hal lain untuk membuktikan kredibilitas sebuah PT adalah adanya kewajiban untuk menyetor penuh modal yang ditempatkan minimal 25% dari modal dasar dan dibuktikan dengan bukti setor (Pasal 33 UUPT).

Berbeda dengan perusahaan yang bukan badan hukum seperti persekutuan perdata, firma, dan persekutuan komanditer yang tidak memiliki aturan mengenai modal disetor dan bukti setor.