Bisnis Jagung Pakan

Bisnis Jagung Pakan – Tanaman pangan atau sereal adalah berhala. Sereal adalah yang terkuat. Karena dia menanam tanaman untuk kebutuhan sehari-hari.” Begitulah kisah Dekan Novel, seorang agripreneur pakan jagung yang telah menikmati manisnya bisnis komoditas ini selama 11 tahun.

Jagung kuning khas ini memang menjadi salah satu bahan utama pakan ternak ayam. Tak heran jika permintaannya tinggi, karena sangat dibutuhkan di kalangan peternak ayam petelur (layer) hingga industri pakan ternak.

Hal ini pula yang melatarbelakangi Dekan Novel, pemuda bergelar master dari salah satu perguruan tinggi swasta di ibu kota, memilih menjadikan pakan jagung sebagai ladang usahanya. Di usianya yang ke 44 tahun, Dekan yang dijuluki ‘petani ikat’ dan sudah memiliki nama di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berbagi cerita.

Kisah suksesnya dalam mengelola lahan seluas 7.000 hektar (ha), telah dicap sebagai agripreneur atau pengusaha jagung syariah. Label syariah dilekatkan karena tidak ada bunga. “Itu harga benih, saya jual segitu. Tidak ada bagi hasil juga. Mereka jual jagung ke saya dan saya beli.

Tidak ada perhitungan rumit. Sederhana. Kenapa dibuat rumit,” jelasnya. Dekan merasa nyaman bertani di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus inovasi.

Masih mendengar jika diberikan penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru di bidang pertanian. “Di Lombok rata-rata pemilik tanah. Tanah itu milik sendiri. Sampai 80 persen adalah pemilik tanah. Sisanya sewa. Di Jawa 80 persen tanahnya disewakan,” kata Dean.

Baginya, hal ini membuat petani lebih bertanggung jawab terhadap program kemitraan yang mereka jalani. Karena itu dia tidak meminta jaminan alias syariah. “Yang dipinjamkan ke petani tidak pakai agunan. Kalau dia pemilik tanah, dia harus bertanggung jawab.

Tapi kalau dia buruh atau diberi pinjaman, dia bisa lari,” katanya. Sejauh ini, Dekan masih sibuk berusaha memenuhi permintaan pasar lokal yang sangat tinggi dan belum bisa memenuhi semuanya. 

Sampai saat ini masih kewalahan karena permintaan masih sangat tinggi,” ujarnya. Hanya limbahnya yang diekspor ke Korea Selatan dan Jepang. Limbah tersebut diolah sendiri, dihancurkan, dan kemudian dibentuk menjadi bentuk es batu.

Di kedua negara, limbah jagung menjadi media budidaya jamur. Di Indonesia masih menggunakan serbuk gergaji, di Korea Selatan dan Jepang menggunakan limbah jagung. Kesuksesannya sebagai petani ikat jagung membuat Dean diminta menjadi konsultan pemerintah daerah yang tertarik dengan budidaya jagung. Ini termasuk Sulawesi Utara dan Halmahera dan NTT. 

bisnis jagung pakan

Meningkatkan produksi jagung

Kementerian Pertanian memproyeksikan untuk mendorong produksi jagung dari Indonesia Timur. Sulawesi merupakan salah satu daerah yang potensial untuk budidaya jagung. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Sulawesi Tengah sudah mulai mengekspor jagungnya dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una Una.

“Bahkan sebagian ekspor jagung dari Gorontalo berasal dari Sulawesi Tengah, khususnya dari Kabupaten Buol,” kata Mat Syukur, Staf Ahli Menteri Pertanian Perdagangan. Sejak Januari 2018, Touna telah enam kali mengekspor jagung melalui Pelabuhan Matangisi langsung ke Filipina, sebanyak 14 ribu ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mengunjungi Kabupaten Tojo Una Una untuk memastikan kantor Karantina Pertanian hadir dan proaktif melayani ekspor, tanpa harus jauh-jauh ke Palu. Kementerian Pertanian juga mendorong peningkatan produksi jagung dan beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pelaksanaan Program Upaya Khusus (UPSUS) 2014 hingga 2016, telah mampu memajukan sektor pertanian NTT sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras produksi sendiri. Begitu juga dengan jagung, NTT kini menjadi salah satu provinsi sentra produksi jagung nasional.

Dengan potensi jagung sebesar itu, Dekan Novel belum memiliki rencana untuk mengembangkan usaha lain. “Saya masih fokus bertani jagung. Pasarnya masih sangat luas. Dan itu, bisnis jagung risikonya kecil, tidak ada salahnya, kita peras jagungnya untuk berproduksi. Ha ha ha,” ujarnya optimis. .

Demikianlah bisnis jagung pakan dalam proses pembuatanya tetap membutuhkan bantuan mesin yaitu menggunakan mesin giling jagung agar jagung tergiling bagus. Selamat mencoba!

/// baca selengkapnya \\\