Cara Desain Landing Page yang Menarik untuk Pengunjung

Di sisi lain membuat desain halaman landing tidaklah mudah. Anda harus bisa membuat desain yang dapat menrik di mata pengunjung. Untuk itu pelajari cara desain landing page yang benar dan efektif.

Jadi bagaimana cara membuat desain landing page? Mari simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu Landing Page?

Sebelum kita membahas cara desain landing page, mari kita bahas maknanya terlebih dahulu. Nah, landing page merupakan halaman website yang memiliki desain khusus dengan pola pikir pemasaran.

Landing page berbeda dengan website biasa yang terdiri dari beberapa halaman dengan tujuan dan jenis konten berbeda.

Sebaliknya, landing page didesain dengan tujuan atau fokus yang jelas, dan hampir selalu memiliki CTA (Call to Action).

Halaman ini biasanya muncul ketika pengunjung mengakses website dari hasil pencarian berbayar. Setidaknya ada dua fungsi landing page. Yang pertama, mengumpulkan data calon pengunjung.

Kedua, landing page berfungsi mempercepat transaksi dan mengajak pengguna melakukan tindakan tertentu. Misalnya seperti mempelajari informasi, mengisi formulir, dan membeli produk atau jasa.

Dapat disimpulkan bahwa landing page mempunyai fungsi yang sangat penting.

Oleh karena itu, diperlukan desain yang menarik dan bagus agar dapat mewakili merek dengan baik sekaligus menarik pengguna untuk melakukan tindakan tertentu.

Komponen Landing Page

Jadi, apa saja komponen landing page website? Dilansir dari Elementor, terdapat 4 elemen pada landing page.

Elemen Teratas

Bagian halaman yang dapat dilihat pengguna tanpa harus menggulirkan kursor atau mengklik sesuatu.

Nah, karena elemen ini merupakan konten pertama yang dilihat pengunjung, pastikan untuk mendesain bagian ini dengan sebaik mungkin.

Kalian mungkin sering melihat bagian hero atau gambar hero ditempatkan pada elemen ini. Bagian hero atau gambar hero biasanya berupa gambar banner berukuran besar yang ditempatkan di bagian atas halaman.

Gambar pahlawan tidak selalu harus diisi dengan gambar statis. Namun, Anda juga bisa mengisinya dengan slider, animasi atau tipografi yang menarik.

Apa pun yang Anda pilih di bagian ini, pastikan Anda menunjukkan pemahaman yang kuat tentang apa yang ditawarkan landing page Anda. Baru kemudian, berikan informasi lebih detail di bawah elemen ini.

Isi

Konten adalah bagian utama landing page. Anda dapat menggunakan komponen ini untuk “berbicara” dengan audiens Anda dan membujuk mereka untuk mengambil tindakan atas tawaran Anda.

Lalu, apa isi dari konten landing page tersebut?

Jadi, Anda bisa mengisinya dengan deskripsi produk, fitur dan manfaat layanan, serta harga dan berbagai informasi lainnya. Meski bagian ini kaya akan teks atau tulisan, Anda juga bisa menyisipkan media menarik lainnya.

Misalnya, Anda bisa menampilkan USP (unique sales proposition) atau hal-hal unik tentang bisnis Anda. Di sinilah Anda dapat menunjukkan mengapa produk Anda lebih baik dari pesaing Anda.

Selain itu, bukti sosial juga dapat digunakan untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas. Salah satu yang paling umum adalah review atau kutipan langsung dari pelanggan.

Bukti sosial sendiri dapat ditampilkan dalam bentuk video wawancara, studi kasus, logo perusahaan yang berkolaborasi, dan skor review dari website lain.

Elemen Konversi

Elemen konversi mempunyai fungsi penting dalam mengubah pengunjung menjadi pelanggan. Biasanya bagian ini berisi CTA (Call to Action) yang menarik.

Dengan CTA, kita bisa mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan yang kita inginkan.

Elemen konversi ini memiliki beberapa jenis tujuan. Mulai dari melakukan pembelian, memulai uji coba gratis, dan masih banyak lagi.

Yang terpenting, tujuan konversi idealnya hanya terdiri dari satu tujuan saja agar pengunjung tidak bingung.

Meski bagian ini terlihat sederhana, namun penempatan CTA dan pemilihan warna sebaiknya Anda pertimbangkan dengan cermat.

Footer

Banyak orang mungkin mengabaikan bagian footer. Faktanya, footer adalah bagian penting dari elemen konversi. Anda dapat menambahkan informasi tambahan, tautan media sosial, atau formulir untuk buletin.

Anda dapat mendesain footer dengan membatasi link menu dan membuatnya lebih sederhana. Dengan begitu, pengunjung bisa menyelesaikan CTA dengan baik.

Cara Membuat Desain Landing Page

Sekarang Anda sudah mengetahui pengertian dan beberapa elemen landing page. Berikut beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk mendesain landing page.

Buat Landing Page Sederhana

Salah satu cara membuat desain landing page yang efektif adalah dengan mengikuti prinsip minimalis. Desain yang sederhana dapat membantu Anda mengatur gambar dan CTA dengan baik.

Anda tidak perlu menjadi seorang desainer profesional untuk mendesain landing page minimalis. Ingatlah beberapa prinsip berikut:

  • Menyertakan banyak white space dapat membuat pengguna fokus pada bagian penting landing page tanpa harus bingung dengan banyak masukan.
  • Anda juga dapat menggunakan desain datar untuk membuat landing page yang minimalis namun fungsional. Misalnya dengan menggunakan tipografi sederhana, antarmuka yang intuitif, dan tata letak berbasis grid. Selain itu, Anda juga dapat membuat elemen pada landing page menjadi lebih interaktif dengan menambahkan beberapa arsir.
  • Simetri juga menjadi aspek penting dalam desain landing page minimalis. Ini akan memudahkan pengguna mengakses landing page dan mengambil tindakan.

Tulis judul/judul singkat

Orang cenderung hanya membaca sekilas judulnya daripada membacanya secara mendalam. Jadi, Anda perlu membuat judul yang singkat dan langsung mengacu pada poin utama agar pengguna dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan dan paling diminati.

Tunjukkan Bahwa Anda Dapat Dipercaya

Mendapatkan kepercayaan pelanggan itu penting. Orang-orang terbiasa berbelanja online, namun mereka cenderung berhati-hati dalam membeli dari bisnis yang tidak mereka kenal.

Jadi, Anda bisa menambahkan elemen yang bisa membantu mendapatkan kepercayaan mereka.

Misalnya dengan menampilkan logo metode pembayaran yang Anda terima, seperti PayPal atau metode lain yang membuat calon pembeli tahu bahwa informasinya aman dan terlindungi.

Optimalkan CTA

CTA adalah kombinasi desain dan teks. Jadi, Anda bisa mengekspresikan kreativitas Anda di sini. Saat Anda menulis CTA, cobalah untuk lebih spesifik.

Anda juga harus berhati-hati dalam menempatkan CTA ini. Jika Anda membuat landing page yang panjang, Anda dapat menyertakan CTA di seluruh konten sehingga pengguna dapat menemukannya saat mereka ingin mengambil tindakan.

Buatlah landing page semenarik mungkin

Landing page yang hanya terdiri dari teks bisa sangat membosankan. Agar hal tersebut tidak terjadi, Anda bisa menyertakan animasi untuk menarik perhatian pengunjung terhadap poin utama yang Anda buat.

Anda dapat membuatnya tetap halus dan halus dengan efek paralaks.

Pertimbangan Pengalaman Pengguna (UX).

Pengalaman Pengguna (UX) adalah aspek yang sangat penting dari komponen desain web. UX mencakup semua aspek interaksi pengguna situs web.

Jadi, dengan mempertimbangkan UX landing page, Anda bisa mendesain halaman yang disukai pengguna. Khususnya, saat Anda menyertakan formulir untuk pengguna atau tujuan lain dalam elemen konversi.

Gunakan Warna Kontras

Penggunaan warna kontras tidak hanya membuat landing page menarik secara visual. Ini juga merupakan bagian penting dari aksesibilitas.

Gunakan Font yang Tepat

Tipografi sangat penting dalam desain web atau landing page. Perhatikan jenis font yang Anda gunakan dalam konten dan CTA.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat memilih font yang tepat untuk landing page Anda.

  • Pilih font yang dapat mengakomodasi ukuran layar berbeda.
  • Batasi jumlah font yang Anda gunakan di landing page Anda.
  • Untuk meningkatkan keterbacaan, tambah spasi antar huruf.
  • Untuk teks berukuran besar, font serif bisa menjadi pilihan yang tepat.

Nah itulah tadi cara desian landing page agar dapat menarik perhatian dari pengunjung. Dengan hal ini Anda dapat menggunakan jasa pembuatan landing page untuk mendapatkan hasil desain yang sesuai dengan tujuan dari landing page Anda.