Flow meter LC Model M25-N1

Flow meter lc digunakan untuk mengkalkulasi sejumlah massa yang melalui di dalam sebuah bidang / area di dalam satuan waktu. Massa yang dihitung mampu berwujud Padatan, Cairan atau Gas. Dikarenakan model fluida yang dihitung miliki karakteristik yang berbeda, model flow mtr. pun berbeda beda.

Jenis-Jenis Flow Meter

Setelah tahu cara kerja flow meter, kini saatnya kita bahas perihal jenis-jenis flow meter. Dikarenakan fluida yang dihitung beraneka jenis, maka dapat dikelompokan sebagai berikut :

Manual Flow meter.

Dibutuhkan kalibrasi berulang-ulang untuk memastikan bahwa flow mtr. ini selalu berfungsi.
Contoh analog flow mtr. mampu kita temukan di kehidupan sehari-hari, antara lain :

-Pressure Gauge terhadap Pompa Manual Sepeda
-Speedometer Kendaraan.
-Regulator Gas Rumah Tangga
-Counter Ticker PLN/PDAM

Analog Flow Meter

Jelas dari namanya bahwa flow mtr. ini manfaatkan pembacaan analog. Jarum menunjukan angka pembacaan cocok cara kerja terhadap penjelasan diatas. Kelebihan flow mtr. ini adalah tidak butuh daya listrik untuk memberi tambahan daya terhadap proses pembacaan.

Digital Flow Meter

Digital Flow Meter adalah pengembangan dari analog flow mtr. bersama dengan target menghemat ruang pemasangan flow meter.

Jika analog flow mtr. butuh ruang yang lumayan besar untuk menampilkan pembacaan flow, maka digital flow mtr. hanya butuh satu buah panel kendali untuk mengakumulasi pembacaan beberapa flow mtr. bersama dengan manfaatkan kabel.

Namun kekurangan dari flow mtr. model digital adalah, ia butuh catu daya/listrik. Jika tersedia persoalan terhadap catu dayanya, maka tidak dapat pembacaan akurat.

Kapan Harus Menggunakan Analog, Kapan perlu manfaatkan Digital?
Pertanyaan ini tergantung dari keperluan perancangan sistem. Jika kamu butuh kalibrasi akurat, kebanyakan pemasangan digital flow mtr. dapat dibarengi bersama dengan pemasangan analog flow meter.

Namun pemasangan analog flow mtr. di tempatkan terhadap titik akumulasi atau titik sampling point.