Tongkol Jagung untuk Pakan Ternak

tongkol jagung untuk pakan ternak

Tongkol jagung untuk pakan ternak biasa dimanfaatkan sebagai pakan konsentrat pada pakan hewan ternak ruminansia. Ini karena tongkol jagung mengandung serat kasar tinggi, dan protein.

Namun tingkat kecernaannya rendah. Oleh karena itu dalam pemanfaatannya sebagai bahan pakan memerlukan peningkatan kualitas nutrisi dengan melalui teknologi pengolahan amoniasi fermentasi.

Upaya peningkatan kualitas tongkol jagung sebagai bahan pakan ternak dapat dilakukan dengan perlakuan secara fisik, kimiawi, biologi maupun gabungan dari perlakuan tersebut.

Perlakuan fisik dilakukan dengan pencacahan, kemudian perlakuan kimiawi dengan cara amoniasi dan perlakuan biologi dengan cara fermentasi menggunakan starter mikrobia selulolitik.

Fungsi dari amoniasi adalah memutuskan ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa serta mmenyediakan sumber nitrogen bagi mikrobia. Sedangkan fungsi dari fermentasi adalah menurunkan serat kasar dan meningkatkan tingkat kecernaan pada bahan pakan berserat.

Penggunaan teknologi amoniasi fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein kasar pada tongkol jagung sehingga kandungan nutrisinya cukup untuk digunakan menjadi bahan pakan alternatif yang baik untuk ternak ruminasia.

Amoniasi Tongkol Jagung untuk Pakan Ternak

Amoniasi merupakan suatu perlakuan kimia yang bersifat alkalis yang dapat melarutkan hemiselulosa dan akan memutuskan ikatan kignin dengan selulosa dan hemiselulosa.

Proses amoniasi dapat melarutkan sebagian silika karena silika mudah larut dalam alkali, dan menurunkan kristalinitas selulosa. Perlakuan amoniasi dapat meningkatkan kecernaan  dengan cara melonggarkan ikatan lignoselulosa, membengkakkan jaringan tanaman dan meningkatkan palatabilitas, sehingga karbohidrat dapat mudah tercerna.

Masa berlangsungnya amoniasi dapat terjadi pada suhu 20-1000 derajat celsius, untuk proses amoniasi dengan  suhu 1000 derajat celsius membutuhkan waktu kurang lebih satu jam pada ruangan kedap udara.

Berikut adalah cara mengolah tongkol jagung untuk pakan ternak dengan metode amoniasi

Cara Mengolah Tongkol Jagung Untuk Pakan Ternak Dengan Amoniasi

  • Tongkol jagung disortir dan ditimbang kemudian ikat dengan tali bambu
  • Bungkus menggunakan plastik, sebelum diikat beri taburan urea secara merata pada tiap tongkol jagung
  • Setelah merata, ikat bungkus dengan rapat.
  • Simpan bungkus di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung dan tidak terkena hujan. Sebaiknya beri beban di atas bungkus. ini bertujuan agar gas amoniak yang terbentuk dimanfaatkan oleh tongkol jagung.
  • Simpan selama satu bulan
  • Setelah penyimpanan selama satu bulan, dapat dibuka. Hasil yang baik ditandai degan bau amoniak yang menyengat.
  • Setelah dirasa bau menyengat tersebut mereda.¬† Pindahkan ke ruangan penyimpanan.
  • Simpan di tempat teduh dan perhatikan sirkulasi udara.

Fermentasi Tongkol Jagung untuk Pakan Ternak

Fermentasi merupakan suatu aksi mikrobial yang menghasilkan energi dalam reaksi oksidasi-reduksi dengan menggunakan senyawa organik sebagai pendonor dan akseptor elektron. Berdasarkan jenisnya fermentasi dibedakan menjadi dua yaitu fermentasi anerob dan aerob.

Proses fermentasi anaerob (oksidasi tidak sempurna) dapat menghasilkan asam-asam organik. Sedangkan fermentasi aerob (oksidasi sempurna) menghasilkan karbon dioksida, ari dan asam organik.

Fermentasi timbul akibat adanya aktivitas mikrobia penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai dan merupakan proses biologis atau mikrobiologis sebagai upaya untuk mencerna pendahuluan di luar rumen.

Cara Membuat Fermentasi Tongkol Jagung

  • Siapkan bahan-bahan seperti tongkol jagung, gula, air bersih, buah nanas, ampas tahu, bekatul dan garam.
  • Buat Cairan pelarut dengan bahan campuran gula, parutan nanas dan air bersih 10 liter. Campur secara merata semua bahan.
  • Setelah semua bahan siap, masukkan tongkol jagung, bekatul dan ampas tahu pada suatu wadah besar.
  • Kemudian masukkan larutan yang sudah dibuat sebelumnya. Campur hingga merata dan diamkan selama 15 menit.
  • Setelah 15 menit, campur sisa larutan proses fermentasi pada 10 liter air bersih dan siramkan pada bahan fermentasi.
  • Tabur garam di atasnya dan aduk lagi hingga merata, supaya mikroorganisme dapat berkembang dengan baik.
  • Tutup wadah(ember/drum) dengan plastik, pastikan tertutup rapat agar tidak ada udara yang keluar masuk.
  • Fermentasi berlangsung selama 24 jam.
  • Setelah 24 jam tutup ember dapat dibuka dan pakan siap untuk diambil.
  • Ambil pakan secukupnya dan sesuaikan dengan kebutuhan hewan ternak.
  • Jangan lupa setelah mengambil pakan tutup rapat wadah agar pakan bisa bertahan lama.